Minggu, 27 Oktober 2019

Bagaimana kamu memandang diri sendiri?

Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat siang semua pembaca blog icha... hari ini dan saat ini icha sedang melakukan perjalanan menuju yogyakarta bersama sahabat-sahabat kampus.

Seperti biasa tulisan ini akan membahas tentang judul blog ini "Bagaimana kamu memandang diri sendiri?" And kenapa icha membahasnya???, berikut jawabannya. Icha mendapat tantangan dari buku turm right untuk mengenali dan menggali diri sendiri, kemudian setelah hal tersebut dapat terjawab icha di bebaskan untuk mengapresiasikan hal ini ke dalam suatu karya baik itu tulisan,lisan, gambar, musik dan lainnya. Icha pun memilih menulis tantangan yang ada di buku tersebut di blog kesayangan ini. Hehehe

Bagaimana icha memandang diri sendiri??? Bagini pandangan ku terhadap diri ku. Icha sudah dibekali ilmu agama dari lama, berdasarkan yang icha pelajari dan pahami, icha adalah hamba Allah yang sudah memiliki takdir baik dan buruk. Takdir ini hanya Allah yang tahu, sedangkan icha selalu menjalani dari waktu ke waktu. Tugas icha adalah beribadah, tapi tidak sebatas ibadah wajib saja. Semua yang icha kerjakan dinilai ibadah asalkan berniat karena Allah ta'ala, termasuk perjalanan ini :).

Lebih dalam lagi sebagai hamba Allah yang sudah memiliki takdir, sepertinya icha bisa membaca takdir Icha dari.hal-hal yang Icha lakukan yang menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini jika dikerjakan tidak memberatkan, tetapi kalau itu masih berat di awal Icha menyebutnya coba-coba. Icha sangat bersyukur ketika Icha dengan mudah menyelesaikan tantangam atau perintah dari orang-orang, sebutlah icha orang yang mau bekerja keras. Icha bisa memimpin dan bisa pula di pimpin karena icha sudah merasakan kedua hal ini. Icha easy going untuk pergi dan diajak kemana saja, asalkan tidak bentrok dengan hal yang sudah icha prioritaskan. Icha bisa mudah memulai percakapan dengan orang yang baru bertemu. Icha bisa memberikan imbalan yang setimpa ketika orang tersebut baik kepada icha. Segini cukup rasanya.

Buruknya icha suka terdistraksi dengan lingkungan sekitar, contoh besarnya adalah hp. Icha masih suka bermalas-malasan walaupun memiliki mimpi segudang. Kadang sifat keras hatinya icha tidak imbang dengan tindakannya icha. Terlalu mudah untuk melihat keatas dari pada ke bawah. Kadang juga di cap posessif kalau sudah dekat dengan orang. Seperti yang telah di jelaskan dalam al qur'an ke hidupan itu dua arah ada yang baik dan ada yang buruk. Dan icha memandang diri sendiri dari arah baik dan arah buruk.

Luas sekali icha ingin mengungkapkan diri sendiri karena icha sudah hidup 23 tahun dan dalam 5 tahun terakhir icha mulai bisa memaknai diri orang seperti apakah icha ini. Dari segi dunia pendidikan icha bukan tipe pencari nilai tapi lebih ke pengalaman. Karena nilai adalah evaluasi dari orang untuk memperbaiki diri sendiri. 

Mungkin sedikit ini dulu, lebihnya dikesempatan lain icha akan melanjutkannya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar