Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah lebaran.
Rasa rindu gue kepada teman-teman, guru, jajanan dan lain-lain bisa gue tebus dengan hadir saat pertama sekolah.
Gue terinspirasi dari kakak gue yang sedang kuliah, biasanya kalau upacara dia pasti berdiri di yang paling depan. dan tadi pagi gue beranikan diri buat baris di nomor 1, ternyata enak juga ya.. hitung-hitung gue bisa menghargai pembina yang lagi pidato di mimbar.
Banyak keceriaan terpancar dari wajah teman-teman gue, maklumlah baru pertama sekolah. ada yang makin putih, ada yang makin kurus, ada yang makin cerewet yang salah satunya gue.
Berpelukan melepas rindu, bisa menghilangkan setengah dari taraf stress gue. meskipun orang lain rada aneh melihat itu. tapi itu lah gue yang enggak bisa diam. awalnya gue lupa sama kembaran gue, beruntungnya gue dia mau datang ke kelas gue tadi. Ternyata dia enggak lupa sama gue, dan gue aja yang berprasangka kurang baik sama dia.
Buru-buru membuat tugas yang di berikan guru saat bulan ramadhan. dengan tawa riang tak mengerti apa yang harus dikerjakan. setelah selesai mengerjakan tugas, gue melihat-lihat ke luar kelas. tampaknya sepi,, "apa kelas lain sudah masuk??".
Seperti biasa gue masuk ke kelas-kelas mencari teman-teman gue di kelas sebelas dulu. eh, mereka lagi berkumpul di kelas ipa 3. dan gue ikut-ikutan duduk sambil memasuki alur cerita. ceritanya di kelas ini gue modus nih. cuman beberapa orang yang tau maksud gue. kebiasaan kami yang suka menertawakan satu sama lain, enggak ada putus-putusnya sampai kelas dua belas.
Lonceng masuk pun berbunyi, kami bubar ke kelas masing-masing. gue juga ikut ke kelas, tapi singgah dulu dekat lab tik menagih uang. bukan berarti gue kompas anak orang ya... gue cuman minta uang pulsa kok. Sampai gue kembali ke kelas yang gue maksud.
Mereka duduk berdua disana, yang satu main hp dan yang satu lagi tidur-tiduran. Berkat kepintaran gue mengusik mereka, akhirnya si tukang tidur bangun dan langsung ke poin aja minta hutang pulsa nya. Eh, orang yang lagi main hp ikut-ikutan ngomong sama gue. minta uang THR lah, ngomong gue berkumis lah, dan nanya-nanya lah. dan gue dengan percaya diri bilang "yang penting manis".
Dia langsung menyanggah itu "itu bukan gue yang ngomong ya". gue pun terdiam, tapi enggak masalah. disaat itu gue langsung menatap mereka berdua yang punya kepuasan tersendiri bagi gue. mungkin gue sekarang hanya bisa bertemu dia saat bertemu langsung.
Banyak pertanyaan "kenapa???" yang bakal kalian ajukan. tapi ini jawabannya, setelah pikir-pikir keputusan gue buat DELCONT alias delete kontak nya dia sudah bulat. hehehe
Mungkin aneh bagi kalian, kenapa itu keputusan gue??.. penyebab nya, biar gue enggak menghubungi dia duluan terus. dan bisa berhenti mikirin dia. waktu gue punya nomor hp dia dulu ingatan gue mau sms dia terus. entah itu menanyakan hal-hal yang enggak penting sampai benar-benar serius.
Gue mau menghubungi dia kalau itu emang mendadak dan gue harus minta dulu lewat teman terdekat nya, yang sudah gue ceritakan.
ini bukan karena apa-apa.. ada pikiran yang emang nusuk banget di kehidupan gue. jadi gue memutuskan buat melakukan itu. :D
Thank's for read COY....