Senin, 15 Agustus 2016

Bimbang dan keyakinan

Assalamualaikum wr.wb

lagi lagi sorry gue udah nahan lama banget lanjutan cerita gue.
akhir-akhir ini gue emang lagi menyibukkan diri.
Singkat cerita, menyibukkan diri itu menyenangkan tapi banyak negatifnya.
boros hidup, menghabiskan waktu, kerja sedikit, banyak mainnya.

         Waktu itu gue pernah membahas tentang keinginan dan kebutuhan. Itu cuma sedikit tentang masa lalu sekarang gue lanjutkan dengan bimbang dan keyakinan. Tidak Semua orang mempunyai pondasi yang kokoh seperti prinsip. Tidak semua orang bisa mendapatkan apa keinginan mereka. Tidak semua orang berhati keras meng-iyakan apa yang mereka mau. Tapi ada orang yang mau mendengarkan orang lain untuk kebaikan dia dan orang sekitarnya. mudah-mudahan itu gue.

         waktu demi waktu berlalu. Gue sudah mempunyai teman yang saling support karena kami juga memiliki tujuan yang sama. Try out-try out gue lalui, hasilnya naik 1-3% kadang turun sesekali. Disiplinitas itu benar-banar diperlukan men, bukan hanya untuk orang yang ingin sukses saja, tapi juga untuk diri sendiri. Terkadang gue bolos beberapa kali untuk memfokuskan diri ini supaya bisa belajar. Gue juga sering di omeli orang tua bahkan teman-teman gue karena bolos itu. Mereka bilang gue bolos disaat yang tidak tepat. ya udah. mereka juga tidak tau apa yang gue kerjakan di kamar kos tercinta seharian. Itupun gue bolos juga ngga main ke mall kok. Secara realita kalian tau donk ngapain gue dikamar seharian.... eitsss jangan pikir gue tidur, meski gue tidur siang agak kelamaan.

          Kamar yang berukuran 2x3 itu gue sulap menjadi tempat privacy gue. mau ngga mau gue harus merasa cukup nyaman untuk belajar. biasanya gue belajar sebelum makan nasi dan setelah tidur siang. Paginya gue buka-buka zenius dulu. Sebelumnya perkenalkan dulu, gue anak bimbel SSC di jalan ambon yang pastinya di Bandung. SSC kependekan dari sony sugema collega, seperti sebuah nama kan? itu benar sebuah nama orang dan bapak yang sudah berjasa mendirikan bimbel itu sudah alm ketika gue sedang mengikuti bimbel disana tahun 2016. Gue juga dapat video pembelajaran berupa softfile yang bisa dilihat di pc. gue juga punya tutor dan teman teman yang bisa berbagi ilmunya. it's fantastic. Gue juga dibekali ZENIUS berkat saran adek gue di jambi, thanks ya dek and thanks ya ma udah belikan. Gue juga dilengkapi buku buku soal dari GO.

          Saat itu ada guru baru di ssc, curi-curi informasi ternyata ada guru kimia dan fisika cewek. karena gue ngebet banget buat mecahin soal ya udah langsung aja gue panggil buat ngajarin. Sejak saat itu gue mulai pendekatan diri dan konsultasi konsultasi jurusan yang akan gue pilih. Biasa kalau cewek mau milih butuh seribu alasan untuk meyakinkan dirinya kalau itu tepat. Dengan sedikit berbasa basi gue mulai konsul ke guru fisika dan teteh itu lulusan ITB. Pilihan gue ada 6, maklum kebanyakan and penasaran.
1.FTSL-ITB
2.Teknik pertanian-IPB
3.Teknik lingkungan-UNAND
4. SAPPK-ITB
5. Teknik lingkungan-UNDIP
6. PWK-UGM
Itu pilihan gue sebelum tau berapa nilai bayangan atau passingrade yang harus gue capai seminimal mungkin.

            Bimbangkan...... bimbang banget gue kala itu. intinya gue prioritaskan PTN ITB,IPB,UNAND,UGM,UNDIP. intinya pilihan ke-3 gue harus UNAND karena balik ke kampung halaman.  Priyoritas jurusan : Teknik lingkungan, pertanian, perencanaan wilayah dan kota. Semuanya punya kriteria masing-masing dan PGnya juga tinggi-tinggi sampai Try Out gue yang terakhir gue penah lulus cuma sekali hue hehehe. sebel sih tapi salahnya banyak di diri gue. Kata teman-teman gue yang paling rajin konsul tuh ya gue. hehehe belajar dari masa lalu coiii biar ngga kejadian lagi :).

             Gue konsultasi ngga cuma ke guru doank, lewat internet juga gue cari, orang tua dan keluarga gue. sampai gue disuruh shalat istiqarah, shalat tahajut, mengaji, tanya-tanya pokok e lah.  oo ia gue juga ikut exgen kalau ngga salah. Itu bimbel yang diadain anak ITB, waktu itu gue 2 kali belajar sama mereka. Asyikk apalagi ada yang ganteng hehehe (astagfirullah hal'azim). Jadi gue tanya tanya doi tentang Tek.Ling akhirnya gue jadi ngga minat sendiri. Maklum gue suka tergoyahkan hatinya.
              Masih di pertengahan jalan gue tetapkan hati gue untuk ngambil pertanian. Gue tinggal di daerah perkampungan dan disana banyak lahan pertanian yang bisa gue temui ditambah bokap gue ngajarin bagaimana tangan dingin bisa bekerja dan menghasilkan tanman yang baik. jadi semalam suntuk gue pilih dan menetapkan hati di pertanian. Tantangannya ngga cuma disitu saja. Pertanian pun punya program study yang bermacam-macam karena gue suka bercerita kepada ibu gue alias adek mama. Kebetulan beliau adalah dosen beliau memaparkan pertanian itu ada yang teknik pertanian, industri pertanian, agroteknologi, agribisnis. Gue orang awam tentu belum familiar dengan hal tersebut, gue sibuk dengan laptop nyari info-info. Ibu gue setuju gue ngambil teknik pertanian setelah mendengarkan ocehan gue kata ibu gue cocoknya di agroteknologi. trus gue juga galau bingits men. Kata temen gue sih kalau untuk masa depan gue GALAUnya LAMAAAAA. hehehe. Nah, pas konsul gue yang terakhir gue konsul sama guru yang berbeda. ibu yang satu ini ibu yang inspirite and have spirit waktu mengajar beliau mengajar bahasa indonesia. Punya segudang cerita yang bikin gue tambah salut dengan daya ingat ibu ini. tepuk tangan dulu donkkk (prok...prok..prok..) Kata teman-teman gue sih mending jurusan itu soalnya peluang jadi kayanya besar (wkwkwkwk XD LOL)
             
               Akhirnya dengan hati yang mantap dan keyakinan gue juga mendukung gue pilih agribisnis- UNPAD awalnya pilihan pertama gue, dan pilihan terakhir gue Agroteknologi-UNAND. Nah, disini nih yang paling membuat gue tegang dan stress kala itu gue mikirin tinggal 1 jurusan lagi untuk SBMPTN. Benar sih bisa 2 jurusan tapi gue harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Bayangin aja gue kan cewe, eh.. jelaslah. Maksud gue biasanya cewe punya siklus bulanan saking streesnya gue gegara hal ini. gue datang bulang selang 1 minggu selama 2 bulan pemaparannya begini jadi 5/6 hari gue haid trus seminggu berhenti.eh minggu berikutnya dateng lagi. Menurut gue sih, gue ngga stress tapi teman-teman gue meyakinkan gue itu efek stress. padahal udah mewanti wanti biar ngga stress.. hehehehe. Alhamdulillah after gue ujian SBMPTN udah ngga kejadian lagi.

               Balik ke jurusan gue. 2 pilihan itu udah ngga bisa diganggu gugat karena itu juga melibatkan pemikiran orang lain. Ini penentuan untuk meletakkan satu jurusan ini apakah di pilihan pertama atau pilihan kedua. "ITB gue akan memilih mu" itu di pikiran gue untuk bisa melepas keinginan ku. Kenapa ya?? ketika gue mikirin ITB banyak pikiran seolah olah gue tu ngga cocok masuk kesana. cocok ngga ya gue masuk kesana yang kata orang berat dan kita harus bersaki-sakit dahulu mencapai kemenangan (sakit beneran uy). Nilai TO gue juga jauh dari nilai minimal untuk masuk ITB nih. Ibu gue yang over sama gue akhirnya dengan CARA HALUS melarang gue masuk ITB. (it make me down). Kebetulan sehari sebelum finalisasi gue ngga bimbel. Bayangin Seharian juga gue telponan sama keluarga gue, gue banyak diemnya (air mata netes terus). Masalahnya emang kecil tapi itu perlu pengorbanan untuk melepaskan hal yang besar menurut gue. Ibu gue sih bisa nenangin gue dengan kata-kata ampuh "pilih lah pilihan pertama yang kemungkinan besar bisa masuk, kalau untuk ITB tahun depan juga bisa diulang" dan selesai percakapan gue dan ibu. Kakak ipar gue, dia temen gue yang paling klop dari gue kecil. Kemana-mana gue ngadunya ke dia. Kata-kata ampuhnya "kalau kamu penasaran bisa masuk apa ngga, boleh pilihan pertama ITB. tapi kalau kamu masih takut, jadikan apa yang udah ada di pilihan pertama dan kamu ngambil pilihan ke dua di IPB". Masih dalam kondisi sembab dan mata berair gue menelpon nyokap yang biasanya kalau gue minta saran always bilang "semua keputusan mama serahin ke icha. Mama juga ngga akan menyesali apa pilihan icha". Tiba- tiba tangis gue pecah ketika menelpon nyokap. Jauh di Bukittinggi sana mungkin mama gue juga nangis. (suaranya).  Beliau berusaha menenangkan gue dan gue juga berusaha menenangkan beliau trus di akhiri ketawa ngga jelas karena masalah sepele.(yg ini rahasia)

                 Hari berikutnya, finalisasi pengisian data untuk SBMPTN. oo ia Gue juga telponan sama sepupu gue untuk menguatkan gue, "keyakinan bisa goyah, akan ada jawaban apa yang lo butuhkan".
Kemaren gue nelponin tapi hari ini gue yang di telpon. Agak berat gue ngga angkat telponan dari mereka, baru setelah shalat dzuhur gue angkat(udah ada sedikit ketenangan). Gue anaknya keras hati kata bokap nyokap. Pilihan gue kan kepingin Itb tuh, udah gue ancang-ancang di pilihan pertama. Takut kena karma lagi, ngga dengerin kata orang yang lebih tua jadi gue dengan berat melepaskan ITB. Gue hakim diri gue sendiri gegara nilai TO gue juga ngga mendukung untuk itu. Akhirnya gue memilih Knock out pilihan pertama IPB-matematika. Sebenarnya ngga passion gue disini. Tapi kita kan ngga tau apa yang terjadi ke depan, kalaupun aku lulus di jurusan matematika bakalan bisa jadi programmer juga. Karena matematika emang sulit tapi ngga sempit (anugrah... inget kata guru SD).
en i eng..... Pilihan SBMPTN 2016 gue
1. Matematika-IPB
2.Agribisnis-UNPAD
3.Agroteknologi-UNAND

and.... sampai disini dulu ceritanya...
BERSAMBUNG...          

#"-"ADASAATNYAUNTUKTAMAT"-"#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar