Sabtu, 28 Oktober 2017

Terlalu Cepat Menilai Keadaan

Assalamualaikum...

Mudah-mudahan melalui tulisan ini saya bisa menyampaikan apa yang terfikirkan dan mengasah kemampuan menulis saya. Serta menambah draft tulisan. Mudah-mudahan tulisan ini menjadi langkah awal dari kegiatan yang akan saya laksanakan selanjutnya.

Alhamdulillah hari ini saya masih diberikan kekuatan dari Allah SWT sehingga dapat menulis dan melakukan kegiatan hari ini. Seperti biasa saya akan membahas tentang judul yang saya buat. Kenapa saya mengambil judul "Terlalu Cepat Menilai Keadaan".

Kondisi saya sekarang ini adalah seorang wanita yang sedang jatuh cinta, atas nama kenyamanan.
Awalnya saya pernah berpikir mungkin saya tidak akan mudah suka dengan orang lain dan menjalani hidup dengan santai dan bisa menjalani semuanya yang saya pilih. Hal ini karena pahitnya yang saya rasakan waktu sekolah dulu. Anggap saja mulai saat itu saya menutup hati buat menyukai orang.

Hari demi hari berlalu saya hanya bisa mendengarkan sebuah cerita dari mulut orang-orang. Menyenangkan sekali mereka yang sedang jatuh cinta dan dilanda kasmaran. Semuanya memiliki awal dan akhir. Awal yang tidak di duga dan Akhir yang dapat disimpulkan apakah happy ending atau sad ending.

Mendengarkan saja saya sudah senang, karena saya hanya perlu mendengarkan dan tidak perlu merasakan apa yang mereka rasa karena saya bukan mereka. Menjalani kegiatan yang seharusnya sudah saya lakukan dengan enteng karena ketika itu saya punya tujuan yang jelas dan bisa membedakan mana yang harus pake hati dan mana yang harus pake logika.

Hmmm.... sangat menyenangkan jika menilik ke belakang, masa-masa yang bisa dijalani oleh siapapun. lambat laun temen akan bertambah dengan beragam sifat, tidak bisa dipungkiri memang. Keadaan sedikit demi sedikit mulai berubah, detik ini aku merasakan kehilangan pada penilaian awal. Terima kasih karena seseorang yang sering bersama kita keadaan menjadi berubah.

Kamu seseorang yang saya kenal membual dan berkegiatan. Saling bersama dengan kesibukan masing-masing, menyebutkan hal yang sama seolah-olah kita kembar. Nyaman itu saat kita mengerti keadaan. Berawal dari situ anggapan saya tentang tidak akan mudah suka dengan orang lain menjadi pupus. Intinya pada fase ini adalah fase menyenangkan karena jatuh cinta itu kamu hanya ingat dengan orang yang menjadi tujuan kamu. mulai kepo di sosial media, sering chatt gaje dengan doi, dan hanya ingin bersama dia saat bertemu.

Saya mencoba untuk membiasakan diri, bersikap manis ketika bertemu, saling sapa dan saling ledek yang paling penting karena itu yang membuat kami semakin dekat. Dekat di luar dan dekat di hati, karena suatu hubungan ga normal jika dijalani dengan kekakuan. Kami sering dihadapkan dengan keadaan hanya berdua saja ketika orang orang sibuk dengan kegiatannya. Kami membicarakan banyak hal. Suka ga suka yang penting ngobrol. Pergi kemana-mana bareng, siapa sih yang ga seneng kalau jalan keluar rumah punya temen.

Hal itu membuahkan kesenangan, tapi ada negatifnya. Kita harus fokus pada suatu yang sedang kita kerjakan, tapi betenya ada celah-celah kecil tentang dia muncul difikiran kita. apakah itu tawanya, bualannya, pertanyaannya, maupun pernyataannya. nahhh disini aku salah dalam menilai hal. ketika aku menilai temen-temen aku senang dengan perasaannya tentang cowok, ternyata rasanya begini. Ada positif dan negatif.

Kami hanya sebagai temen biasa, tapi tidak tahu gejolak diantara kami berdua. Karena kesimpulan dari hal sebelumnya Jangan terlalu cepat menilai keadaan. Mempertahankan sebuah comfort friend zone dan tetap menjadi bestfriend.