Assalamualaikum semua....
Chadell kembali lagi dengan tulisan yang baru dan pikiran yang baru (mudah-mudahan).
Oke, disini gue akan menyatakan kata-kata melalui tulisan. Soalnya gue tau selam ini gue ngebacot ga bakal meninggalkan jejak tetapi jika gue menulis disini setidaknya ada sedikit jejak.
Sedikit mendramatisir tapi inilah kehidupan yang gue rasakan saat-saat ini memang drama, skenario Allah itu lebih indah. Tergantung kita menyikapinya bagaimana.
Ehm.. Balik kejudul seperti biasa gue akan mengulas judul yang gue bikin. Sedikit ambigu emang jika kalian melihat dari sisi yang berbeda. Apakah itu kalian yang baru, dapat ku mengerti atau kalian, yang baru dapat ku mengerti atau kalian yang baru dapat, ku mengeti. semua berbeda benar-benar berbeda tapi secara tidak langsung saling berhubungan.
Ketika gue diluar kontrol seolah olah jari jemari gue gatal. gatal untuk mengketik di keyboard laptop merah ini, gatal untuk menuangkan segalanya. Apa yang gue rasakan, apa yang gue lihat, apa yang ada didalam hati gue, apa yang sedang gue lakukan, dan apa yang ada dalam pikiran gue.
Gue menjadi orang lemah diantara orang yang lemah. gue jatuh kedalam ombak seolah olah terombang ambing. Mungkin ini beda sikon karena gue jauh dari rumah. Halo bang!!! sapa adik kecil mu ini yang sudah tidak lagi kecil. Abang!!! masih ingat waktu kita main kejar-kejaran saling adu argument dan mau menang satu sama lain. Aku kira aku bisa membaca watak laki-laki itu seperti apa darimu bang. Tapi ternyata pemahan gue tentang laki-laki itu masih sedikit bang. Kamu tidak menunjukkan ku secara kesulurahan, gue mau marah tapi gue ngerti kenapa kamu bersikap jaim pada tempatnya. Gue mendefinisikan kalau kamu mau gue belajar sendiri. Sebelumnya gue kenalin, `abang' sebutan gue buat sepupu gue ponakan dari papa gue.
Sekarang kenapa gue menulis lagi? iaaa gue ga tau bakal cerita ke siapa lagi, setiap gue cerita ke orang-orang terdekat. Gue merasa semua itu hanya omong kosong, semuanya itu cuma omongan doank yang hanya untuk didengar lalu dilupakan. ya.. ya.. ya... sekarang gue punya sebuah kegiatan yang mengharuskan gue mengenali berbagai watak cowok. Aku kira membaca pikiran cowok itu seperti apa yang biasa gue lakuin sama abang gue. Engga sama sekali malah ini semua berbeda dari yang gue tafsirkan. Gue sebagai cewek mungkin dan bakalan dicap sebagai orang yang baperan gegara menulis ini. sekali lagi terserah pandangan kalian tentang gue. Baperan itu banyak definisi coy!!! pliss coba fikir pake otak kecil setidaknya lo paham, ga bisa nuduh semua cewek baperan.
Kalian memang baru buat gue. kalian punya watak yang berbeda asli ini berbeda. kalian memiliki kepribadian yang ganda, gue harap kalian membaca tulisan ini jika itu mungkin. Pertama gue ucapkan kembali `HY` salam kenal dari gue. Gue yang mencoba memahami kalian entah itu buat kepentingan bersama tapi seolah olah pandangan kalian terhadap gue berbeda. Oke kita memiliki muka dan mimik masing-masing. Posisi gue adalah seorang cewek yang berada diantara tiga cowok. Mereka memang hebat benar-benar hebat menurut gue, jago dalam logika, skill, dan kemampuan. Beda banget dengan cewek yang satu ini lemah. Lemah dalam mengambil keputusan. Loh..loh... kenapa gue ngomongin tentang keputusan ya?? Pernah ga sihh? ketika lo minta pendapat seseorang akhirnya pertanyaan itu di lempar kembali ke diri lo sendiri. what ever.
Kalian yang baru. benar-benar baru karena gue belum pernah merasa sedeket ini dengan cowok asing. Asing karena kita tidak memiliki ikatan darah, asing karena kita bukan tetanggaan, asing karena kita saling kenal dengan salam memperkenalkan nama. Asing menurut gue. Kalian mungkin mengira kalau gue seperti cewek yang kebanyakan. Orang yang bisa menyesuaikan diri dengan kalian padahal kita ga dekat sebelumnya, kita dekat karena satu alasan. Iaaa sebuah alasan yang dapat menyatukan kita berempat(Sebuah Kegiatan).
Dapat ku mengerti. Disini gue mulai memahami apa yang telah gue ambil. apa yang akan menjadi tanggung jawab gue dan apa yang harus gue lakukan. Kalian tega memperlakukan gue seperti ini. Apa kalian benci dengan cara gue melakukan sesuatu? apa kalian ga punya otak dan ga mikir? apa kalian hanya bisa bermain logika doank? padahal logika juga di otak cuy? i'm so sorry kalau kalian bakal kesinggung sama kata-kata gue barusan tapi gue ga habis fikir sama kalian. Padahal kita udah sering bersama cuy... kita sering ngobrol dan kalian juga serng memperhatikan cewek-cewek sekitaran kalian kan? tapi kenapa ga mencoba untuk memahami diri mereka? apa yang mereka mau.
Disini gue jujur gue orang keras kepala, egois dan ga mikir perasaan orang lain. ya gue juga punya batas kesabaran.
Kalian yang baru dapat gue mengerti memang berbeda dari yang lainnya. Kalian mengajarkan gue bersikap lebih dewasa. Kalian mengajarkan gue berani menghadapi masa depan. Sebenarnya bukan sebuah masalah kata yang tepat menggambarkan kalian tapi sebuah tantangan. Keluar dari zona nyaman itu diibaratkan seperti lo yang baru bisa berenang dan lep-lepan padahal itu dangkal. Gue mencoba menerima kenyataan kalo ini semua proses pendewasaan. Pendewasaan yang bisa berpikir mana yang baik dan mana yang jelek. Karena semua jalan ada di otak, hati, tangan dan kaki lo.
Menunggu kabar dan mendapat kabar dari kalian tanpa harus gue yan memulai dulu, dapat memaafkan kejadian yang sudah sudah dari gue buat kalian :))
Thankyou