Jengjeng... jengjeng....(music)
Assalamu'alaikum wr.wb
Setelah lama aku ngga nulis di blog dan kesampaian nulis blo, aku bakal buat blog bersambung.... jadi slice demi slice penting ceritanya bagi gue :D
Ceritanya begini...
Sengaja menghilang dari sosial media gue ngga bisa ngelupain blog gue, gue kepikaran untuk nulis blog walaupun gue harus disibukkan dengan jadwal belajar. Lebih kurang 7 bulan gue jauh dari tanah kelahiran, dengan indikator gue bisa fokus untuk belajar hal-hal yang gue abaikan waktu SMA dahulu. Jauh dari rumah memang membuat gue konsentrasi untuk menggapai tujuan. Belajar menemui orang baru, bahasa baru, pergaulan baru, proses pembelajaran yang baru. Selama itu juga gue menghentikan dunia tulis menulis untuk sementara. Karna gue punya target di akhir untuk menceritakan pengalaman indah juga yang buruknya di beberapa judul yang berbeda di blog ini.
SBMPTN 2015 gue dianggap sebagai losser, yg ngga bisa milih PTN sesuai dengan kemampuan. Keras hati memilih PTN yg PG setinggi langit, dan akhirnya Allah membalas gue atas kekerasan hati gue dengan kenyataan pahit. Gue ngga tinggal diam, gue merencanakan berbagai kegiatan sama nyokap gue untuk mengisi hari-hari gue di rumah. Kebetulan gue punya beberapa novel, kalau gue bisa buka perpustakaan berbayar gue bakal meraup untung dari sana. Sampai sekarang keinginan itu belum tercapai. Nyokap juga bingung melihat kondisi gue yang cuma bisa begong saat nonton Tv, tidur larut malam dan bangunpun juga lama. Banyak yang gue pikirkan waktu itu, seperti film 3D yg muter-muter di otak gue. (Seolah-olah khayalan itu bisa jadi kenyataan). Gue memutuskan untuk ke tanah jawa yang waktu itu hanya sekedar liburan saja. Nyokap gue sih berdalih kalau gue ke jawa "mudah-mudahan ada peruntungan yg bisa di bawa dari tanah jawa". Pada waktu itu gue berangkat ke pulau jawa dengan tema holiday dan nginap bersama family dari nyokap gue. Gue juga ikut beberapa test yang masih buka, walaupun hasilnya juga ngga lulus. Hampir setiap malam gue mempunyai gejala berupa insomnia. Seingat gue, gue mikirin 'apa yang akan gue lakukan jika holiday gue ngga membuahkan hasil??' sebulan full berlalu, gue sudah menjadi anak yang mandiri. awal-awal ke pulau jawa gue masih ditemani om, tante, abang,dan kakak gue pergi kesana dan kemari, Gue juga memberanikan diri untuk bepergian sendiri (jomblo :D). lengkap dengan wanti-wanti dari mereka untuk jaga-jaga diri. beberapa hari sebelum pulang ke Bukittinggi gue memutuskan untuk bertemu teman gue di bandung dan numpang tinggal dikosan dia. Syukurnya dia anak yang baik dan mengerti gue. Selama di Bandung gue juga bisa memutuskan akan bagaimana, karena hidup gue yang menjalani.
Pulang kampung, begitu sebutannya kalau kembali ke tanah asal. Gue memutuskan sesuatu yang membuat nyokap dan bokap gue kaget dengan pernyataan gue, dan juga family dekat gue. Mereka bilang keputusan gue terlalu cepat. Akibat dari insomnia itu gue bisa berfikir jernih kalau gue ngambil keputusan tidak terlalu cepat tapi takut terlambat jika ditunda. Ditambah family dekat melarang gue untuk bekerja sebelum gue jadi mahasiswa. Gue memutuskan untuk belajar lagi mendalami pelajaran yang gue abaikan di SMA di pulau jawa tepatnya di Bandung. Family gue meragukan gue apa gue bisa hidup sendiri, jauh dari nyokap and bokap, alasan inilah itulah dengan dalih gue anak pertama dan terakhir. Gue mencoba meyakinkan mereka. beberapa alasan yang gue utarakan. mencoba yang namanya hidup mandiri walaupun dari dulu gue hidup sudah sendiri, mengembalikan mood belajar gue dengan syarat jauh dari family yang bisa ngebatasi langkah gue. Meningkatkan keimanan gue kepada Allah pencipta alam dan bumi, Ingin punya teman baru. Berat hati nyokap gue melepas gue dengan kata "boleh" dan beberapa petuah petuah yang harus diingat.
Kembali ketanah jawa. tujuan gue kali ini bukan untuk holiday tetapi tujuan mulia gue mencari pengalaman dan belajar dari berbagai hal di sini. Gue sadar banyak melibatkan banyak orang untuk mengurusi urusan gue yang baru melakukan perjalanan ini alias Merantau. Mudah-mudahan gue bisa membahagiakan dan balas budi kepada mereka jika gue sudah sukses nanti dalam arti finansial. berangkat ke bandung gue diantarkan oleh uncu gue alias adik nyokap yang paling kecil. membawa beberapa barang untuk menghuni kosan gue, barang yang didapat tidak lain turunan dari abang dan kakak gue. serta beberapa peralatan yang dibeli sebab gue lupa membawanya dari rumah uncu gue. Setelah gue menginjakan kaki di tanah sunda yaitu Bandung gue mulai merasakan pahit, manis, asam, dan pedas hidup di tanah sunda ini.
BERSAMBUNG...
Cerita selanjutnya "7 bulan di perantauan"