Sabtu, 08 Oktober 2022

Perjalanan ke Pasaman

 Assalamu'alaikum wr wb

Selamat malam guys...

Semoga kalian yang masih baca tulisan aku ini diberi kesehatan dan semangat terus untuk membaca ya... aamiin...

Judulnya perjalanan ke pasaman nih,

Perjalanan yang baru aku lakukan 2 harian dengan motor bersama adik ku, sebut saja dia cancan. Ngapain tu ke pasamana? ngeliat anak ku yang baru lahir dari saudara/sahabat/ temanku sedari kecil... nah sodara-sodara aku yang seumuran sudah pada nikah dan punya anak sih, jadi doakan saja aku(baca: bundo) dibukakan hatinya untuk ibadah terpanjang tersebut ya.

Awalnya etek (baca: tante) ngajakin mama ke pasaman menggunakan travel, berangkat hari jum'at. kemudian mama ngajakin aku, tapi aku belum bisa memberi kepastian karena masih ada kegiatan di sekolah. jadi jawabanku bisa jadi pergi bisa jadi ndak pergi. Karna cancan adalah sodara (baca:kerabat) dekatnya sahabat kecil ku ini, berinisiatiflah ngajakin dia pergi pake motor. urusan izin bepergian pake motor kepada mamake, sudah aku sampaikan cuman dapat warning dari beliau yang intinya "tidak ngebolehin aku gitu". yang namanya aku, ya agak nekad juga sih... selagi motornya dibawain sama orang yang aku percaya. sebagai passanger aku merasa aman di belakang.

Alhasil benar saja kegiatan di sekolah memang sampai Ashar, itupun aku pamit izin pulang buru-buru ke kepsek. Alhamdulillahnya di izinkan, mampir dulu dikampung jemput cancan trus cus ke rumah ganti baju dan go to pasaman deh... kita berangkat jam 5.00 di by pass nyampe Tapus jam 8.30 itupun kita udah nyampe Rao, trus balik lagi ke Tapus gegara orang-orang serumahan pada ke Tapus tempat sahabat kecil ku itu. Katanya sih perjalanan ke Pasaman ini kurang lebih 4-5 jam. Mungkin karna kami pake motor jadilah hanya 3 jam-an di perjalanan.

Sebagai seorang yang penyuka Duren, selama perjalanan aku masih di hantui dengan bau-bau durian. baik itu duren yang di pajang orang di pinggir jalan maupun duren yang dibawa orang pake mobil. Alhasil dalam hati aku berdo'a semoga ada jatah durian nyampe pasaman walopun cuman 1 buah aja... Alhamdulillahnya aku dapat durian sih, dan beda gitu loh rasanya dengan durian yang ada di kampung aku. aku sempat ngeshare di instagr*m vidionya (baca: kenang-kenangan).

Ada yang tidak biasa selama aku  pergi melakukan perjalanan. apaan tuh? seperti biasa aku suka upload stori-stori gaje yang ujung-ujungnya orang kepo aku kemana, sama siapa, ngapain aja... dan aku suka ditanya-tanya kaya gitu (hehehe). ada seseorang yang memberikan perhatian ke stori ku, dengan bilang "hati-hati dijalan ya, kalau sudah sampai kabari." Hmmm kadang aku suka mikir. Disini kita bukan siapa-siapa tapi kok ada yang lebih ya?? memasuki malam, tiba-tiba aku ingat dosa-dosa ku pada orang yang memberikan perhatian ke stori ku itu. dosa? iyaa.. kadang aku suka ga ngotak, kalau lagi bicara sama orang. sampe-sampe dia minta maaf gegara chattnya aku anggurin (baca: diamin). Sebenarnya wajar dia marah, gegara pertanyaan yang memang harus bisa aku jawab cuman aku read doank. biasalah aku juga bisa ke distraksi (baca:terganggu) dengan hal-hal di rumah. jadi kadang suka lupa itu hp butuh jawaban karna udah baca (Hahaha). ada yang sama ga???.

Beresnya aku inisiatif buat minta maaf aja sama kesalahan yang aku bikin kemarin malam, eh dianya malah lupa. syukurlah kalau begitu. Kenapa tiba-tiba kepikiran? mungkin itu jawaban ketika lu berbuat baik kepada orang, why not untuk tidak bersikap lebih baik lagi kepada orang tersebut. walaupun perhatian tersebut kecil. aku menghargai mereka yang memberikan perhatian tersebut. (ya elah kurang perhatian beut ya gue..). Biasalah kalau udah digituin aku jadi meleyot gitu kan... kadang suka ragu sama komitmen sendiri, "apa sudah saatnya kah?" you know lah what i mean. tapi balik lagi sih, maklumlah... hati aku suka bolak balik, jadi aku kembalikan semuanya pada sang pencipta (masyaAllah ga tuh).

Tiba-tiba aku menemukan suatu tulisan yang menguatkanku kembali...

By: @pena.kh

"Saya menghindar dari kamu bukan berarti saya membenci kamu. 

Saya hanya tidak ingin terjebak pada hubungan yang tidak pasti yang nantinya cuma bikin lelah hati. 

Untuk Tuhan, saya tidak takut kamu pergi.

Saya yakin pilihan terbaik Tuhan untukku itu pasti."

Mungkin itu bisa menjadi gambaran yang sedang aku lakukan saat ini. mungkin ceritanya sampai disini dulu, jangan bosan-bosan baca blog aku yang ngalor kidul. Blog ini akan jadi curahan pikiran ku sendiri sampai cerita yang terjadi pada diri ku juga... untuk hal lainnya kalian bisa kepoin podcast aku atau vlog yang mungkin akan aku bikin...

Sekian, salam hangat...

Chadell Blozzue

Kamis, 06 Oktober 2022

Rindu Menulis Kisah

Assalamu'alaikum wr.wb

Hallo Hallo hai pembaca blog chadell blozzue...
Sudah lama tidak menulis rasanya, begitu yang aku rasakan saat ini.

Bukan "Tumben" sih... baru kesampaian lagi aja.

Jadi mau cerita apa nih sekarang?
Aku mau cerita apa aja yang lagi terjadi saat ini, dan semua about me ya... kenapa hiatus selama 2 tahun dari blogger dan tiba-tiba kembali menulis di bloger lagi.

Saat ini alhamdulillah wa innalillah aku di amanahi menjadi guru di salah satu sekolah tinggi swasta di kampung halaman ku. Alhamdulillahnya masih satu jalur dengan jurusan saat aku kuliah. itu adalah keberkahan tersendiri bagiku karna masih make prinsip sedari kuliah dulu, untuk jadi orang yang berguna di kampung dan satu jalur dengan bidang agribisnis yang aku ambil.

Sejak sosial media berkembang, kadang aku terlalu naif hanya menggunakan satu platfrom dalam mengembangkan diri. 
Awalnya aku pengguna aktif dari faceb**k sejak SMP, dulu sih iseng dan sangat tertarik mencoba hal baru sampe upload foto-foto dan sekarang memang jadi memorabel banget. 
Kemudian aku dikenalkan dengan blogger, aku bisa nulis cerita yang lagi berkeliaran di otakku dan menyalurkannya lewat tulisa. Ini jadi kenangan banget tulisan-tulisannya, ternyata aku pernah bikin tulisan itu ya... sejak SMA sampe sekarang dan nanti InsyaAllah.
Lalu aku juga aktif dalam Instagr*m mulai dari lulus SMA sampai sekarang juga, share foto-foto dan cerita perjalanan dengan niat sebagai kenang-kenangan aja nanti saat gabut bisa dilihat lagi kan. 
Kemudian aku dikenalkan dengan podcast waktu kuliah oleh temanku winda, dia ngajak aku bercengkrama sambil direkam membahas suatu topik berdasarkan pandangan pribadi. waktu itu aku kami make yang namanya soundcl*ud. Sampe sekarang sih aku masih sering bikin podcast tapi belum ada yang di bagikan lagi... tunggu waktunya ya... 

Anyway... Kenapa sih ngeblog lagi?
Jadi gini aku ngerasa ada yang harus aku share, tidak ke teman langsung, tidak ke orang tua langsung, dan tidak melalui cerita dari mulut langsung. biasalah kalau cerita pake suara itu apalagi CURCOL kadang suka kemana mana aja perginya. Jadi aku putusin buat ngeblog lagi biar bisa menyuarakan isi kepalaku dalam diam. Loh? bukannya lu punya podcast juga??. Bener banget, bagi ku blog itu sebagai tempat aduan yang sifatnya individu dan memang dari opini aku semua. karna tulisan dalam blog ku ini, memang hasil pemikiran ku sendiri sih. kalau podcast itu aku gunakan sebagai ajang bertukar sudut pandang. Lebih tepatnya sebagai wadah perekam hasil obrolan aku dengan orang lain terkait suatu topik/ masalah/ bahasan yang lagi hangat.

Jadi, sekarang mau cerita apa nih?
Selamat membaca...

Saat ini aku sudah berusia 26 tahun, sebagai perempuan memang sudah usia dewasa dalam segala hal. termasuk memikirkan ibadah panjang alias menikah. aku tidak memungkiri itu, dan memang aku ada kepikiran kesana. uniknya... Allah memberiku jodoh pekerjaan, melalui undangan anak kakek ku untuk mengajar. boleh dikatakan jodoh itu bisa dalam apapunkan... bukan berarti seseorang saja kan?? tapi disini ada yang unik juga. Aku bertemu dengan teman-teman baru, orang-orang baru, dan lingkungan yang baru. Aku bahagia ketika tidak ada kepalsuan di dalamnya, saling mengajarkan hal-hal yang tidak diketahui dan penuh canda. Ga di pungkiri kalau aku suka dengan suasana kerja yang tidak terlalu menekan, ada canda/lawakannya, dan ada keseriusannya juga. Jadi aku menemukan zona nyaman di sekolah ini.

Aku punya teman dekat mulai dari sekolah ini, yang awalnya hanya chatingan membahas urusan sekolah. lambat laun jadi membahas hal-hal diluarnya. sampai terjadi percakapan intens lewat chatt maupun telpon, aneh menurut ku. benar-benar aneh, kenapa? karena hal yang kurang wajar padahal di sekolah bertemu kenapa harus chattingan setiap pulang sekolah dan telponan setiap malam hanya membahas kejadian yang terjadi di sekolah tadi. Aku tau disana tersirat suatu rasa yang TIDAK akan aku sebutkan. Akhirnya kami menjadi dekat satu sama lain. tapi untuk ku dia hanya sebagai teman saat ini. Apa salahnya mempertahankan posisi sebagai teman saja. Aku punya prinsip, dan prinsip itu hampir goyah ketika aku merasa nyaman. dan aku kembali pada prinsip tersebut, kalau belum saatnya untuk membuka pintu gerbang melihat kondisi ku yang masih belum memiliki persiapan apa-apa.

Oke guys... aku bukan mempermasalahkan kalian yang gampang membuka hati untuk siapapun yang bisa membuat kalian nyaman, tapi Chadell adalah chadell. Mungkin kalau kalian mendengar ceritaku langsung, akan ada sanggahan tipe lu ketinggian!. bukan masalah tipe, tapi masalah kehidupan kedepan yang akan ditempuh dengan mempertimbangkan segala aspek. mulai dari kepribadian, keluarga, ekonomi, dan komitmen. sebenernya sih aku masih muluk-muluk juga dalam hal tersebut. Ketika dia punya aspek yang lebih tinggi dari aku setangga, why not untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Tapi ketika posisi kita masih setara apalagi dalam hal kepribadian (you must learn). Laki-laki yang berumur di atas akupun belum tentu dewasa dalam pemikirannya, jadi jangan salahkan aku kalau aku nyari yang bisa menyeimbangkan dan benar-benar bisa membimbingku nanti ya :) ...

Untuk kawan ku, entahlah apa yang membuat mu nyaman ketika bersamaku, entahlah apa yang membuatmu kepikiran tentang ku, entahlah apa yang membuat mu begitu memperhatikanku... semuanya hanya dugaan-dugaan ku saja, jadi aku sedang bersikap bodo amat saat ini. karna aku takut menjadi beban bagimu, salahku mengajakmu pergi melakukan perjalanan jauh. memang salahku hingga membuatmu menaruh harapan lagi untuk ku. tapi untuk saat ini aku belum bisa membuka gerbang tersebut. dan akan ku buka ketika waktunya sudah pas. mungkin saja untukmu atau untuk orang lain. Karna permainan rasa, bukan main-main ketika aku sudah memutuskan untuk ke perjalanan Ibadah terpanjang ku.

Maaf,

Chadell Blozzue