Assalamu'alaikum wr wb
Selamat siang, salam sejahtera untuk pembaca.
Hari ini Icha sedang di kereta perjalanan ke Yogyakarta. Entah mengapa dada ini begitu sesak untuk meluapkan semua emosi, entahlah mungkin Icha baru menyadari sisi melankolis Icha yang kurang baik disini.
Apa ceritanya Cha? Ini adalaha tentang seseorang atau memahami manusia. Yak, tidak dipungkiri ini begitu rumit. Padahal awalnya ini adalah hal yang menyenangkan yang mengembalikan semangat serta menambah pengetahuan.
Apa masalahnya Cha? Masalahnya adalah setiap orang ingin dimengerti satu sama lain, tidak ingin disakiti, ingin di dengar dan lain-lainnya. Semuanya adalah positif, iyaps positif untuk diri sendiri menurut Icha. Semakin kalian banyak bergaul semakin banyak sudut pandang yang bisa kalian tangkep. Itu terjadi di Icha saat ini.
Icha haus akan cerita dari orang-orang. Siapa orang-orangnya? Mereka adalah yang memiliki hubungan dengan apa yang Icha kerjakan. Baik itu pengalaman mereka, kisah mereka, hubungan mereka, serta pandangan mereka akan suatu hal.
Kenapa? Baper ya? Icha ingin menilai orang-orang terdekat Icha dan yang terjadi di lingkungan Icha. Bisakah semua orang mengetahui akan pentingnya hak asasi manusia? Bisakah orang mengerti ketika orang yang tidak ada daya sedikitpun perlu di dengar. Halusnya lagi seseorang yang mengikuti kepanitiaan dan kerjanya hanya sebelum kegiatan sedangkan hari h nya anak ini tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. Bisakah aspirasi atau masukan anak ini diterima dahulu?
Icha bermaksud untuk menanyakan adakah orang lain yang lebih kompeten dari si B? Kepada si A, mungkin si A tidak mengerti maksud Icha. Dengan menjawab tidak semudah itu mengganti orang orang Cha. Oke dia sudah salah mengerti.
Tidakkah si A punya keingin tahuan kenapa icha mengutarakan itu? Icha mendengar dari orang karena si B benar-benar tidak niat untuk melakukan pekerjaan tersebut. Akhirnya jadilah orangnya moodian. Itu yg Icha denger dari orang lain tentang si B. Sebelum Icha mendengar dari orang lain, Icha bertemu dengan si B yang menceritakan masalahnya. Dia tidak menceritakan to de point tentang perasaan dia, tapi icha melihat raut ketidaksukaan akan hal yang sedang dia kerjakan. Setalah itu, Icha merasa tidak ada gunanya untuk berdebat di sosial media dengan si A tentang pendapat Icha. Toh mereka yang menjalani :), Icha hanya pendengar hasil kegiatan mereka saja. sudah itu saja posisi Icha nanti.
Lebih sulit mengarahkan manusia untuk masuk ke rumah dari pada memasukan ayam ke kandang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar