Assalamualaikum wr.wb
Ketika hati mulai berkata-kata tapi tidak bisa diucapkan oleh lisan aku mencoba mengalihkannya lewat tulisan. Tulisan yang pernah memberi warna hidupku dahulu... sekarang aku akan menyapa kalian yang pernah singgah di pandangan ku lewat tulisan. Agar suatu saat nanti kita punya kisah yang dapat dibaca.
Aku hanya seorang wanita yang memiliki hati tak menentu. Kata orang, yang paling kenal diri sendiri adalah ya kita sendiri. Aku tidak memungkiri hal itu, karena aku bisa medeskripsikan diri ku sendiri pada orang lain. Aku hanya bisa berbicara, kadang berbicara omong kosong, kadang berbohong, sungguh sangat menyiksa diri emang. Tapi hal tersebut berkaitan dengan pepatah "lebih baik berbohong untuk kebaikan" at least banyak padangan tentang hal tersebut.
Bagi kalian pembaca blog ini, terima kasih sebelumnya udah membaca. Aku seorang yang kadang melankolis tipikal yang suka membaca dan kebanyakan adalah fiksi. Kadang aku hanya bisa membayangkan hal yang indah ketika bertemu seseorang akan melakukan apa yang aku harapkan. BUT semua itu benar ada tapi ada hal lain yang mengiringi. Disamping kesenangan ada kesedihan dengan filosofi "2 hal yang berbeda selalu hidup berdampingan".
Today... aku mau cerita nih apa yang lagi aku fikirin... seperti yang udah kalian tau, kalau aku udah mulai cerita di blog berarti aku udah bosen cerita ke orang-orang tentang kejadian yang telah aku lalui. Sudah banyak kata-kata yang terlontar dari mulutku tapi aku tidak menemukan solusi untuk diri ku sendiri. lemah memang, jika sebuah pendirian bisa di ayun-ayun oleh angin. Aku hanya sedang mencari cara untuk tdak terombang ambing dan berusah untuk tidak membenci. Aku selalu ingat kata-kata "nikmati hidup bukan jalani"
Sekarang aku membahas tentang pertemanan, aku masih di bawah bayang-bayang masa lalu. apa yang aku alami saat ini aku selalu menghubung-hubunginya dengan masa lalu. Padahal sama sekali tidak terkait. Anehnya jalan cerita ini senada, sudahlah. aku hanya mencari cara bagaimana pemikiran ku bisa berkembang ke depan, dan meninggalkan sejenak tentang yang sudah lewat.
Aku sempat berfikir mungkin kah aku bisa memasuki ruang baru? akhirnya aku merasakan ruang baru itu saat ini. kemudian aku berfikir akan kah aku merasakan yang namanya friendzone? iaa aku sudah merasakannya? baru-baru ini aku teringat, mungkinkah orang yang sudah dekat dengan kita akan pergi menjauh pelan-pelan dan akhirnya melupakan kita? berat untuk menjawab iya sebenarnya, padahal kenyataannya adalah iya. Aku hanya mencoba agar hal tersebut tidak terjadi. Cukup sakit rasanya orang yang dekat dengan kita akhirnya pergi menjauh dan dimasa depan mereka hanya kenal dengan teman baru mereka tanpa peduli dengan teman lama mereka. Kalau aku merasa itu adalah kesakitan yang hakiki.
Aku punya teman baru disini, baru aku kenal karena tuntutan perjuangan. Maaf sebelumnya untuk orang yang aku maksud mungkin kamu berfikir posis aku disini adalah baper. iaa aku baper dan tolong sekali lagi perluas maksud baper disini. Hanya karena kita berbeda gender bukan berarti baper hanya karena cinta ya. Seorang teman akan mengerti dan paham arti baper yang sesungguhnya ketika dia sudah kehilangan temannya. Aku tidak sedih, aku tidak melakukan apa-apa karena aku beranggapan apa yang aku lakukan pasti kebodohan belaka. Jadi aku orangnya gampang di bodoh-bodohi gegara itu. Plisss aku ini udah bodoh dan gampang di bodohi kenapa kamu makin mebuat aku bodoh? apa kamu ga ngerti aku butuh temen seperti yang dulu? iaa seperti yang dulu. kalaupun kamu punya kehidupan yang lain selain pertemanan kita ini terserah aku membebaskan ga akan aku usik dan aku tanya. Tapi saat aku butuh beberapa saat mungkin tidak salah kamu hanya bisa mendengar, dan memberi aku masukan hmmmm berat. Sekarang aku melihat, kamu menutup telinga tapi masih melihat aku yang bodoh ini. Aku hanya bisa membaca gerak gerik orang. orang itu kamu, aku cukup tau apa yang sedang kamu lakukan. Bodohnya aku memikirkan teman yang tidak memikirkan aku sebagai temannya juga. it's oke jika kamu butuh waktu. tapi apakah aku perlu marah-marah hanya sekedar mengatakan kalau aku ini teman kamu. teman yang sudah seperti saudara kandung.
Semoga aku puas dengan tulisan ini, walaupun aku ga tau kemana jalan ceritanya mengarah.
Kenangan untuk masa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar