Jumat, 22 Mei 2015

Alone

Malam....
Seperti biasa malam ini hujan rintik-rintik,
Sendiri dengan sekelebat pemikiran...

Gue memang jadi apanya sekarang dan apa adanya. Kan kalian semua nyuruh gue buat jadi diri sendiri. terkadang gue sempat bingung sama orang yang ngasih solusi buat gue dengan menyebut-nyebut "jadi diri sendiri aja...." hmmmm,roh gue memang ngga pernah kok tukeran posisi sama orang lain. wkwkwkwk(becanda). sekarang kalau gue di posisi kalian mungkin memang ia waktu itu gue rada-rada berubah. 2 tahunan itu terjadi.

Sadar ngga sadar gue berubah nya ke yang jelekan?? sekarang gue menyadari. kalau gue tu perlu menyirami pohon yang udah layu..(emang ada pohon layu?) kayak gitu lah ungkapannya. Gue rasa cukup senang-senangnya beberapa tahun kemaren, kenapa ngga mulai untuk sakit-sakitan. walaupun memang gue udah sakit tapi lebih ekstrim lagi donk... kan dulu gue juga pernah bilang kalau "bersakit-sakit dahulu baru deh bersenang-senang kemudian.." oke gue ngga pakai kata sakit lagi tapi sakit itu bagai sebuah tantangan yang harus dipecahkan.

No body yang bisa menyokong gue sepenuhnya. Mereka cuman bisa beri gue motivasi-motivasi dan semangat, Hati gue harus dengan ikhlas menerima sokongan mereka. Walaupun gue pernah dicap memiliki hati yang keras (dalam artian positive). karena kekerasan hati ini kemauan gue banyak. bayangkan gue pernah tidur tapi menangis, sikap pesimis gue muncul entah bagaimana datangnya?? tapi someone memberi gue ini "Allah memeberikan apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan". Semacam motivasi yang menusuk jantung gue. OPTIMISME gue merasa itu mulai merangsang dan melahap si pesimis.

Hey... kau yang jauh disana!!!, maaf buat teman gue yang sudah memberi gue jawaban dri ceritague tapi gue ngga bisa melaksanakannya. biarlah waktu bergulir dan itu hilang terbawa arus sungai tentang cerita gue. Jawaban lo atas cerita gue memang membuat gue bersemangat, tapi gue fikir itu ngga ada gunanya.karena percakapan kita yang singkat.(kurang nyambung antara bercetita dengan memberi jawaban) #maaf.

Gue rasa kau menjauh. mungkin kau sudah tau apa yang terjadi atau kau sudah membacanya. itu prasangka negative gue. Positivenya mungkin kau ngga mau melukai gue(wkwkwkwk puitis coy...).kau terlihat lebih baik jika bersama dan bercengkrama dengan dia. kau yang mengatakan "jadilah diri sendiri" malah seperti orang lain yang gue belum pernah bercengkrama sama sekali. padahal hanya beberapa waktu kita noncomunicat. memang ia gue melontarkan pertanyaan dan pernyataan yang bodoh(menurut gue). Sepertinya kau menanggapi itu dengan serius, "permainan mu belum jauh sob!!!". Gue bermksud untuk mencandai kau seperti dulu kita bercengkrama, sedikit-sedikit bermaksud untuk menguji kau. ternyata kau memberikan jawaban yang tak terduga oleh orang lain termasuk gue. "pulang mu belum malam sob!!!" karena kau melakukan pernyataan gue yang bodoh itu. gue merasabersalah atas sikap kau yang terlalu polos. #maaf. hingga gue menyuruh kau kembali seperti waktu itu, and automaticly kamu melakukannya dengan spontan. it's amazing, wonderfullboy.

Pembatasan, postifnya ini hanya perasaan gue saja. pembatasan cengkrama baik bagi gue tapi jangan fikir kalau gue yang membatasinya. mana mau gue membatasi cengkrama itu, palingan gue malah semangat kalau kau melanjutkannya sampai memang harus berhenti. sudahlah.. baik buat gue mungkin kau juga begitu, terimakasih atas cengkramanya... sampai bersua ditempat yang kita janjikan wkwkwkkwk(puitisnyeeeeee...)

#guelagipengenjadiorangyangpuitis,soguesambungkapankapandanjanganlupa  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar