Sabtu, 09 Maret 2013

Dunia memang berputar

     siang menjelang sore teman-teman,,,,,  
       Mksih ya buat kakak yang udah minjamin leptopnya buat nge okspost blog baru aku lagi,,,
Soalnya ngga mungkin kan aku terus-terusan nongkrong di warnet trus apa kata orang coba!!!!!
ehm,,,,, sekarang ni aku cuman bisa bersyukur sama ALLAH pastinya dan percaya pada MESTAKUNG(semesta mendukung).
     cuman mo bilang maksih aja buat teman-teman yang udah bersedia jadi teman aku and kakak-kakak yang udah ngasih tau aku and guru-guru yang udah ngajarin aku and aek-adek yang udah bikin aku GELI and orang tua ku yang selalu suport aku,,,,
     Seuntai kata terimakasih aku dapat bersyukur karena kalian semua yang ada di hadapan ku bukan di DENGKU ku,,,
Ngomong-ngomong begini aku cuman mau share cerita nih buat kalia yang baca,,,
     Awalnya sih aku cuman iseng nanya sama AKI ku tentang pengalaman beliau ketika masih muda,,, bersama nenek(ALM)kandungku, dahulu kala,,,(ALAY). ketika itu kami duduk bertiga di meja makan pada hari jum`at selesai jum`atan, kami yang terlibat dalamnya adalah dan tidak lain adalah AKi ku, MAMA ku, AKU. kami makan dengan LAUK PAUK apa adanya, so AKIku mulai bercerita tentang pengalaman beliau sama nenek ku dulu dimana keadaan beliau yang terpingkal sampai sekarang berubah menjadi baik dengan usaha keras beliau anak-anak dan kemenakan beliau.
    cerita tersebut begitu khidmat karena beliau menceritakan fakta bukan khayalan,,, beliau seorang yang disegani di kampungku pandai mengaji dan menjadi imam di mesjid. inti yang bisa aku petik dalam cerita ku adalah dunia itu memang BERPUTAR, RHODA KEHIDUPAN itu memang ada, kehidupa itu tidak mudah  seperti MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN.
     Tau tidak kenap kau menggunakan kata-kata seperti tiu karena AKU orang yang mmau belajar dan diajar tapi sulitnya AKU untuk menerima kedaan ku seperti ini dari mulai membagi waktu dan hal-hal kecil yang terlupakan. AKI ku mengatakan betapa beruntungnya anak muda sekrang yang hidup di era modern ini karena mereka memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan jerih payah orang tuanya dan sangat jarang ditemukan anak muda sekarang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya kecuali anak muda yang telah selesai menamatkan sekolahnya ataupun yang PUTUS sekolah.
     memang perbedaan zaman dulu itu memang JAUH berbeda dengan zman sekarang karena,AKU berfikir zaman dulu itu adalah zaman penderitaan yang kurang BERKECUKUPA!!!!.
      Aku menangis mendengarkan cerita AKI ku karena beliau amat teramat payah dahulu bersama keluarga mamaku, cerita AKI ku,> dulu menanam disawah tidak sesebentar ini(zaman sekarang), karena dulu pengairan disawah susah mungkin bisa dikatakan dulu orang-orang kesawah 1 X 8 bulan.
Tidak terasa hati ku gentar, aku simpan AIR MATA ku karena aku takut memperlihatkan kesedihanku kepada mamaku,,, kemudian > memang benar bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian  karena dulu kita yang mencari beras setengah mati sudah terbayar dengan hasil usaha anak-anak nenek yang berhasil.
     Akhirnya AKI ku pergi karena akan mengajar mengaji anak nank sekolah. disaat AKI keluar rumah AIR MATA ku pecah tapi ku simpan ketika mamaku menatapku, BERUNTUNGnya aku memiliki keluarga yang berkecukupan TAPI satu hal yang aku TAKUT semua keberuntunganku yang ku peroleh sekarang  apakah akan hlang sesuai dengan berjalannya waktu and apakah aku termasuk orang yang beruytnung seperti keluarga mamaku sekarang and apakah aku bisa mewujudkan cita-cita ku yang merupakan harapa dari keluarga ku and apakah aku bisa melakukannya karena aku TERMASUK kedalam orang yang kurang bersyuykur dan sangat ROOYAL
DAN...... masih banyak pertanyaan yang tak dapat ku pecahkan, karena hal-hal itu semakin rumit untuk dilalui!!!!!
SEKARANG I hope tuhan memberikan saya kesempatan untuk melakukan perubahan  yang bai : D


NB: AKI ( kakek saudara nenek kandung )
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar